Minggu, 23 Juli 2017

Sholat Berjamaah Bagi Wanita


    Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta'ala atas segala nikmat yang telah diberikan. Shalawat dan salam kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam beserta keluarga, sahabat dan para umatnya yang senantiasa istiqomah di atas Sunnah.
    Seringkali kita menemui orang-orang shalat berjamah di masjid atau pernah juga melakukan shalat berjamaah di rumah. Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri karena memiliki keistimewaan. Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Shalat seseorang dengan berjamaah dilipatgandakan sebanyak 25 kali lipat bila dibandingkan shalatnya di rumahnya atau di pasar. Hal itu dia peroleh dengan berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu ia keluar menuju masjid dan tidak ada yang mengeluarkan dia kecuali semata untuk shalat. Maka tidaklah ia melangkah dengan satu langkah melainkan diangkat baginya satu derajat dan dihapus darinya satu kesalahan. Tatkala ia shalat, para malaikat terus-menerus mendoakannya selama ia masih berada di tempat shalatnya dengan doa, ‘Ya Allah, berilah shalawat atasnya. Ya Allah, rahmatilah dia!’ Terus-menerus salah seorang dari kalian teranggap dalam keadaan shalat selama ia menanti shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    Mengetahui hadits tersebut,  para wanita kadang lebih suka shalat berjamaah serta melakukan hal tersebut karena alasan lain misal merasa lebih khusyu' jika shalat berjamaah.
Hukum shalat jamaah bagi wanita
Shalat jamaah tidak wajib bagi wanita menurut ijma' (kesepakatan)  ulama tetapi mereka tetap disyari'atkan untuk sholat berjamaah.
Shalat jamaah bagi wanita ada dua macam :
1. Berjamaah bersama wanita lain,  ini disyariatkan karena tiga perkara :
   a.  Keutamaan hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan shalat berjamaah.
   b.  Tidak ada larangan bagi wanita melakukan shalat bersama wanita lain.
   c.  Perbuatan beberapa sahabat wanita misal Ummu Salamah dan Aisyah.
Dari Raithah al Anawiyah, dia berkata : "Aisyah pernah mengimami mereka dan melakukan di tengah mereka pada waktu shalat wajib. "
Dari Ammar ad Duhni dari seorang wanita di kaumnya yang sering dipanggil dengan Hujairah dari Ummu Salamah bahwasanya dia mengimami mereka dan berdiri di tengah mereka.
2. Berjamaah bersama lelaki. Dari Anas, beliau berkata:"saya shalat bersama yatim di belakang Rasulullah dan Ummu Salamah di belakang kami. "
Wanita sholat di dalam rumahnya
Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad, hasan).

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam sendiri telah bersabda kepada para wanita: “Shalatnya salah seorang dari kalian di makhda’-nya (kamar khusus yang digunakan untuk menyimpan barang berharga) lebih utama daripada shalatnya di kamarnya. Dan shalatnya di kamar lebih utama daripada shalatnya di rumahnya. Dan shalatnya di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di masjid kaumnya. Dan shalatnya di masjid kaumnya lebih utama daripada shalatnya bersamaku.” (HR. Ahmad, hasan)
Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata setelah membawakan hadits yakni shalat mereka (wanita) di rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka daripada shalat mereka di masjid-masjid, seandainya mereka mengetahui yang demikian itu. Akan tetapi mereka tidak mengetahuinya sehingga meminta izin untuk keluar berjamaah di masjid, dengan keyakinan pahala yang akan mereka peroleh dengan shalat di masjid lebih besar. Shalat mereka di rumah lebih utama karena aman dari fitnah.
Dengan shalat di rumah,  para wanita terjauhkan dari ikhtilat (campur baur)  dengan laki-laki sehingga akan menjauhkannya pula dari fitnah.
Wanita berjamaah di masjid
   Jika seorang istri minta izin kepada suami untuk shalat berjamaah di masjid, sebaiknya bagi seorang suami tidak melarangnya.  Rasulullah bersabda: "Jika seorang istri meminta izin kepada salah seorang dari kalian untuk pergi ke masjid maka hendaknya tidak melarangnya. " Beliau Shallallahu `alaihi wa sallam juga bersabda: “Jangan kalian mencegah hamba-hamba perempuan Allah dari shalat di masjid-masjid-Nya.” (HR.Bukhari dan Muslim )
   Pemberian izin bagi para wanita untuk pergi ke masjid selama tidak memakai wewangian,  tidak berhias agar tidak mengundang fitnah. Maka para laki-laki hendaknya memberi izin untuk shalat jamaah di masjid. Para wanita hendaknya menjaga dirinya agar tidak menimbulkan fitnah ketika keluar untuk pergi ke masjid dengan tidak memakai wewangian, perhiasan dan perkara-perkara lain yg menimbulkan fitnah. Rasulullah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian (wanita) hendak pergi ke masjid maka janganlah memakai wewangian. "(HR Muslim)
Ketika shalat berjamaah di masjid,  hendaknya wanita memilih shaf yg akhir.  Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah awalnya dan sejelek-jelek shaf baginya yang paling akhir,  dan sebaik-baik shaf bagi wanita adalah akhirnya dan sejelek-jelek shaf baginya adalah yang awalnya. "(HR Muslim)
Shaf akhir menjadi lebih baik bagi wanita jika shalat di belakang laki-laki.  Namun, jika shalat berjamaah dengan wanita atau bersama imam pada tempat yang terpisah dari laki-laki,  maka secara dzahir sebaik-baik shaf bagi mereka adalah awalnya.  Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada orang-orang yang berada di shaf awal. ". (HR Abu Daud, An Nasa'i dan Ibnu Majah,  Shahih)
Ketika seorang wanita shalat berjamaah di dalam rumah dengan anak,  saudara atau teman wanitanya,  posisi imam ketika berada di jamaah wanita adalah di tengah barisan.  Sebaiknya ketika imam wanita membaca bacaan sholat dengan suara pelan.
Siapa yang menjadi Imam?
Siapakah yang berhak jadi imam?  Apakah yang paling bagus bacaannya atau yang paling memahami agama?  Para ulama terbagi ke dalam dua pendapat dalam masalah ini. 
Pertama,  orang yang paling bagus bacaannya lebih berhak menjadi imam.  Ini adalah pendapat abu Hanifah dan teman-temannya, serta ats Tsauri dan Ahmad.  Dalilnya adalah sabda Rasulullah :" jika mereka bertiga maka hendaklah salah seorang mengimami mereka dan baik, diantara mereka.  (HR.  Muslim).  Hadits Abu Mas'ud al Anshari,  rasulullah bersabda :" yang paling berhak menjadi imam adalah yang paling bagus bacaan Al Qur'annya diantara mereka, jika dalam bacaan sama maka yang paling mengetahui tentang sunnah.  Jika dalam sunnah mereka sama,  maka yangv ebih dahulu hijrah, jika dalam hijrah sama maka yang lebih dahulu masuk islam,... (HR.  Muslim)
Kedua, orang yang paling memahami agama lebih berhak menjadi imam daripada yang paling bagus bacaannya. Ini adalah pendapat Syafi'i,  riwayat dari Abu Hanifah dan Ahmad.
   Pendapat yang kuat adalah yang paling bagus bacaannya yang lebih berhak menjadi imam tetapi dengan syarat mengetahui perkara-perkara wajib yang berhubungan dengan shalat.
Pada shalat jahriyyah (shubuh,  maghrib,  isya')  bacaan yang dikeraskan adalah takbiratul ihram, al fatihah,  surat pendek,  takbir perpindahan serta salam. 
Bagi wanita,  Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Bazz rahimahullahu mengatakan
"Disunnahkan bagi wanita, muslimah untuk mengangkat (mengeraskan suara) pada shalat jahr. Seperti shalat shubuh, 2 raka'at pertama pada shalat isya' dan maghrib, hal ini disunnahkan bagi wanita sebagaimana bagi kaum laki-laki. Kecuali ada di dekatnya laki-laki ajnabi (bukan mahram) maka membaca dengan siir (pelan) itu lebih utama. Adapaun membaca siir juga tidak mengapa".
Khusnul Rofiana S.Si.
Penutup
Tidak mengapa wanita shalat jamaah di masjid dengan syarat tidak berhias,  tidak memakai wewangian atau perkara lain yang menimbulkan fitnah.  Namun sebaiknya wanita berjamaah dengan saudara, anak atau teman perempuannya di rumahnya.
Referensi:
Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim,  2015, Shahih Fikih Sunnah, Pustaka Azam.
Syaikh Kamil Muhammad 'Uwaidah,  Fiqih Wanita,  Pustaka al-Kautsar.

Minggu, 09 Juli 2017

Beda zuhud dan wara'

zuhud adalah  semangat untuk meninggalkan hal yang tidak bermanfaat bagi akhirat seperti berlebihan dalam hal-hal yang mubah yang dapat membuat seseorang lalai dari ketaatan kepada Allah.
adapun wara’ yang syar’i adalah meninggalkan hal-hal yang dapat membahayakan nasib kita di akhirat, termasuk di dalamnya adalah meninggalkan hal-hal yang haram dan syubhat karena perkara syubhat itu terkadang merupakan hal membahayakan nasib seseorang di akhirat.
Namun perlu diketahui bahwa zuhud dan wara itu adalah sebuah tingkatan yang tidak dicapai oleh semua orang, Ibnul Qayyim dalam Al Fawaid mengatakan
ﻭﺍﻟﻘﻠﺐ ﺍﻟﻤﻌﻠﻖ ﺑﺎﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ﻻ ﻳﺼﺢ ﻟﻪ ﺯﻫﺪ ﻭﻻ ﻭﺭﻉ
“hati yang selalu terkait dengan syahwat tidak sah baginya zuhud dan wara'”

Jika tau dighibahi

Bila tau dighibahi
1. Sabar
2. Evaluasi,taubat,istighfar. Mungkin karena kita suka ghibah jg
3. Bersyukur
4. Berterima kasih kepada pengghibah
5. Menghadirkan keyakinan,apa yg orang lain ghibahi tidak mengubah takdir
6 Tidak orientasi dunia,biasa saja ketika dighibahi
7. Perbanyak dzikir dan sholat
8. Mendoakan yg mengghibahi
Faidah kajian ustadz nuzul dzikri

Senin, 22 Mei 2017

Jarik, Kain Indah Multifungsi




Indonesia kaya akan budaya di masing-masing daerah. Termasuk kaya akan hasil karya seninya dalam hal kain tradisional salah satunya adalah jarik.
Jarik adalah kain panjang dengan corak batik warna coklat dengan motif batik yang beraneka ragam. Kain sebagai khasanah Batik Tradisional Indonesia seringkali disebut juga jarit.
Jarik dalam deskripsi bahasa jawa, " Jarik yaiku salah sawijing ageman tradisional wong Jawa kang dinggo kanggo gawe gatukan busana beskap utawa kebaya. Jarik iki bisa dinggo nang wong Lanang lan uga wong wadon."
Maksudnya adalah jarik yaitu salah satu pakaian tradisional jawa yang digunakan untuk pasangan busana beskap atau kebaya.  Jarik bisa digunakan untuk laki-laki dan perempuan.
Katanya,  jarik itu berarti aja gampang serik. Maksudnya jangan mudah iri/sirik kepada orang lain.  Lembah lembutnya langkah pengguna akibat pemakaian kain ini pun juga tak lepas dari makna. Diharapkan tindak tanduk yang serba tertata, hati-hati berjalan dan tidak terburu-buru.

                                        Jarik:Pict from Khusnul R

Jarik merupakan pakaian tradisional jawa yang biasa dipakai ketika ada upacara yang memakai baju adat misalnya dalam pernikahan.  Pengantin dan keluarganya biasa memakai kain jarik sebagai bawahannya.  Pada prosesi siraman biasanya juga menggunakan kain jarik.  Para tamu yang masih menjunjung adat istiadat juga memakai paduan jarik beskap bagi laki-laki dan jarik kebaya bagi perempuan.
Dewasa ini,  jarik biasa dipakai untuk busana pada waktu situasi formal.  Beda waktu dulu,  jarik biasa digunakan wanita untuk busana sehari-hari.  Mungkin hanya di desa yang bisa ditemui para simbah putri yang masih memakai jarik untuk pakaian sehari-hari mereka.
Ketika acara seserahan bagi calon pengantin yang masih mempunyai simbah putri,  ada seserahan khusus namanya "pesing". Ini maksudnya adalah kain jarik,  karena waktu calon pengantin masih kecil dulu kadang simbah putrinya suka menggendongnya dan diompoli.
Zaman sekarang,  anak muda kurang tertarik memakai jarik karena agak ribet memakainya.  Harus dililit dan geraknya jadi terbatas.  Jika memang sebaiknya memakai jarik,  banyak yang suka memakai rok dengan motif yang biasa untuk jarik.  Karena lebih simpel memakainya dan sudah didesain khusus sehingga lebih fashionable.



Ketika memakai jarik mungkin kita tidak tahu bagaimana proses pembuatannya, atau sering terdengar ucapan bahwa jarik batik harganya kok mahal ? Proses pembuatan jarik yang halus dan berkualitas baik akan memakan waktu 9 bulan lamanya. Yang dilakukan sebelum prose's pembuatan adalah memilih kain bahan dasar yang berkualitas, kebanyakannya dari kain mori tetapi bisa juga sutera. Kemudian dilanjutkan Proses pembuatan.
1. Ngloyor dan Ngemplong.  Kain pabrikan dibersihkan (untuk mori biasanya mengandung kanji) dengan mempergunakan air panas yang dicampur dengan merang atau jerami. Setelah bersih maka kain dipadatkan serat-seratnya, proses ini disebut Kemplong.
2. Nyorek/Mempola ; membuat pola motif dengan menggunakan pensil.
3. Mbatik ; menempelkan lilin batik (malam) pada pola yang sudah ada dengan memakai Canthing.
4. Nembok. Nembok adalah proses Menutup bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar(dalam hal ini warna biru) dengan menggunakan malam. Bagian tersebut ditutup dengan lapisan malam yang tebal seolah-olah merupakan tembok penahan.
5. Medel, Yaitu mencelup kain yang sudah diberi lilin batik kedalam warna yang dikehendaki biasanya warna gelap mempergunakan nila.
6. Ngerok dan Nggirah ini adalah proses menghilangkan lilin dari bagian-bagian yang akan diberi warna, dengan alat kerok/serut.
7. Mbironi yaitu menutup bagian-bagian yang akan dibiarkan tetap berwarna putih dan tempat-tempat yang terdapat cecek (titik titik).
8. Nyoga , mencelup kain kedalam pewarna coklat dan proses terakhir adalah Nglorod yaitu menghilangkan lilin batik dengan air mendidih dan akhirnya kain dikeringkan dan siap diproses menjadi pakaian atau tetap sebagai kain jarik.

                                                  Pict from wisbenbae.blogspot.com

Terkadang Kita temukan jarik dengan harga murah. Bahan jarik ini kualitas kain kurang bagus dan biasanya menggunakan batik cap.

Ternyata motif jarik batik  itu banyak dan ada maknanya juga.  Motif-motifnya antara lain:
1. Batik Motif Ceplok.
Jenis motif ceplok ini memiliki berbagai macam desain geometris. Biasanya motif ini didasarkan pada gambar mawar melingkar, bintang, atau bentuk kecil lainnya yang membentuk pola simetris keseluruhan pada kain.

2. Batik Motif Kawung.
Batik kawung dipercaya merupakan motif batik yang tertua. Batik kawung pada jaman dahulu khusus disediakan untuk keluarga kerajaan. Motif kawung ini merupakan penampang buah aren kelapa. Ada beberapa kalangan yang mengatakan salib di antara empat oval mengacu pada sumber energi universal.


3. Batik Motif Parang Rusak
Motif parang rusak memiliki arti pertarungan antara manusia yang melawan kejahatan dengan cara mengendalikan sifat-sifat dan keinginan mereka sehingga mereka menjadi mulia, bijaksana, dan akan menang dengan bisa mengendalikan diri dari segala hal yang buruk.


4. Batik Motif Parang Barong
Batik motif parang barong ini pada jaman dahulu hanya dipakai oleh raja. Motif parang barong dipercaya sebagai pola yang suci. Arti dari motif parang barong ini adalah supaya sang raja menjadi hati-hati didalam menjaga dirinya sendiri. Sehingga diharapkan sang raja akan menjadi seorang penguasa yang jujur, adil, serta bertanggung jawab terhadap rakyatnya.

5. Batik Motif Loreng
Motif loreng memiliki desain baris diagonal di antara motif parang. Batik motif ini banyak ditemukan garis polanya hanya deretan garis diagonal yang sempit penuh dengan pola kecil-kecil. Motif ini juga merupakan salah satu pola lama yang pada jaman dulu hanya disediakan untuk keluarga istana kerajaan saja.

6. Batik Motif Nitik
Motif nitik juga merupakan batik dengan motif tertua, karena batik ini dulu terinspirasi oleh kain tenun patola yang dibawa oleh para pedagang dari Gujarat India yang datang ke Indonesia. Motif nitik ini dulu biasanya dikenakan oleh orang tua pada acara pernikahan.

7. Batik Motif Semen
Motif semen mempunyai arti sebagai tumbuhan. Pola motif semen terinspirasi oleh keadaan alam dan lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan pola daun, gunung, dan juga hewan. Motif ini dulu sering digunakan untuk acara umum.

8. Batik Motif Kraton
Batik motif keraton ini adalah cikal bakal dari berbagai macam batik yang ada dan berkembang di Indonesia. Pada batik kraton motifnya terkandung makna serta filosofi hidup. Batik Kraton ini dulu dibuat oleh para putri keraton maupun oleh para pembatik ahli yang ada di dalam lingkungan keraton. Dulunya motif ini tidak diperbolehkan untuk dipakai oleh orang kebanyakan seperti halnya motif batik Parang Rusak, Parang Barong, Udan Liris, dan beberapa jenis motif yang lain.

9. Batik Motif Sudagaran
Batik motif sudagaran merupakan modifikasi batik larangan dari keraton yang lalu dibuat motif baru oleh para seniman yang berasal dari kaum saudagar agar sesuai dengan selera mereka. Para seniman batik ini juga mengubah motif larangan (terlarang) sehingga bisa dipakai oleh masyarakat umum. Motif batik sudagaran ini tterkenal dengan disain yang terkesan berani dalam hal pemilihan bentuk, penggunaan benda-benda alam dan juga binatang, serta pemakaian kombinasi warna yang didominasi warna soga atau biru tua.

10. Batik Motif Cuwiri
Motif batik cuwiri ini memakai pewarna soga alami. Pada umumnya batik cuwiri ini dipakai untuk semekan atau kemben yang sering dipakai pada upacara adat mitoni pada wanita hamil. Motif ini umumnya ditandai dengan penggunaan ragam hias meru dan gurda. Arti dari cuwiri sendiri adalah kecil kecil.

11. Batik Motif Tambal
Motif tambal mempunyai arti menambal atau memperbaiki sesuatu yang telah rusak. Pada jaman dahulu kain batik motif tambal ini sangat dipercayai bisa membantu menyembuhkan orang sakit dengan cara menyelimuti orang yang sakit tersebut dengan kain batik motif tambal ini.

12. Motif Sekar Jagad
Motif sekar jagad merupakan salah satu motif khas batik dari Indonesia. Motif ini memiliki arti dan makna kecantikan atau keindahan yang akan membuat orang menjadi terpesona melihatnya. Dalam kalangan jawa ada yang berpendapat bahwa kata Sekar Jagad mempunyai arti “kar jagad” (kar adalah peta, sedangkan jagad adalah dunia) yang berarti, motif ini menggambarkan keragaman yang ada di seluruh dunia.

13. Batik Motif Sido Mukti
Motif sido mukti pada umumnya dipakai sebagai kain dalam upacara adat perkawinan dan acara resepsi atau pahargyan. Motif sido mukti ini biasanya dibuat menggunakan pewarna soga alam. Pola dasar yang terdapat di motif batik Sido Mukti adalah gurda. Makna atau filosofi dari motif ini adalah harapan untuk mendapatkan kebahagiaan lahir batin

14. Batik Motif Sido Luhur
Batik motif sido luhur sering dikenakan oleh para pengantin perempuan di malam pegantin. Motif sido luhur ini mengandung makna keluhuran yang berarti suatu harapan agar orang yang memakainya bisa mencapai kedudukan yang lebih tinggi serta bisa menjadi panutan di masyarakat.

15. Batik Motif Sido Asih
Batik motif sido asih umumnya sama seperti batik sido luhur yaitu dipakai oleh pengantin perempuan. Motif batik Sido Asih mempunyai makna agar dalam hidup berumah tangga selalu dipenuhi dengan kasih sayang. Dalam arti yang lebih luas, batik Sido asih mempunyai arti agar manusia selalu mengembangkan rasa saling mengasihi dan menyayangi antar sesama manusia dan makhluk hidup.

                                                         Pict from: bintang.com

Dulu waktu saya masih kecil kira-kira 20 tahun yang lalu,  memakai jarik masih dililit dan dibentuk manual.  Seru memakai jarik waktu itu.  Biasanya saya pakai ketika menjadi "patah" (pengiring pengantin yang ada di depan) atau waktu hari kartini.  Karena suka pakai busana jarik- kebaya,  dulu ketika masih TK kalau ditanya "cita-citamu apa?  "Saya jawabnya "jadi pengantin "😂
Saya suka kain jarik karena motifnya kalem,  kelihatan keren dan formal jika dipakai. Serta menandakan bahwa saya adalah orang jawa tulen. Terlepas dari makna motifnya, saya suka motif jarik karena bagus dan unik.
Di rumah ada beberapa jarik hadiah dari teman dan keluarga.  Dulu waktu melahirkan,  saya pakai untuk menutupi badan dan pelapis bawahan setelah melahirkan.  Memakai jarik biasanya memang lebih kencang sehingga memudahkan untuk berjalan setelah melahirkan.  Ketika di rumah ada bayi,  jarik berubah fungsi jadi alas ompol dan gendongan.  Karena kainnya panjang dan lebar,  satu jarik bisa untuk alas ompol sampai beberapa kali pipis bayi.  Praktis dan mudah dicuci.  Jarik juga bisa untuk menggendong bayi. Simple,  nyaman, tidak bikin pegel dan pastinya lebih murah daripada gendongan khusus yang bermerk.  Karena harga jarik memang bervariasi dari puluhan ribu sampai ratusan ribu bahkan jutaan tergantung bahan dan motifnya.  Apalagi jarik yang saya punya itu hadiah,  jadi tidak keluar modal. Hehe...
Awal-awal punya bayi,  masih minim ilmu tentang menggendong.  Karena maunya praktis,  saya pilih pakai gendongan instan saja. Tapi...  Lama-lama menggendong bayi pakai gendongan instan itu bikin pegel. Akhirnya saya dikasih tahu teman tentang grup gendong-menggendong.  Ada tutorial menggendong dengan jarik. Langsung praktek dan ternyata nyaman...  Bayi juga nyaman ketika digendong, bahu saya juga tidak pegel.  Saat menggendong bayi adalah salah satu momen untuk membangun "bonding" yang kuat. Jadi diusahakan yang digendong dan penggendongnya nyaman dan happy. Setelah ngaca,  ternyata lebih keren pakai jarik ketika menggendong.  Waktu lihat jarik dulu,  kesan pertama adalah "jadul", kayak simbah-simbah.  Ternyata setelah ngaca memang lebih cakep.  Mungkin dulu saya jarang ngaca 😁
Pakai jarik,  selain banyak fungsinya juga melestarikan budaya jawa.
                                                    Pict from: FB Indonesian babywears

Bagiku,  jarik itu kain indah multifungsi.  Kalau bagimu?

I love jarik

Referensi:
Bintang.com
Wisbenbae.blogspot.com


Minggu, 21 Mei 2017

Dakwah

Dakwah sunnah

Ketika interview dengannya

mengharukan
Kisah ini adalah peristiwa di suatu hari yang dialami penulis ketika meng-interview akhowaat. Dengan semangat mereka mengikuti serangkaian tes untuk mencapai tujuan mereka, yaitu menjadi seorang pemandu yang ingin berbagi ilmu syar’i dengan adik-adik angkatannya. Subhanallah
Kisah ini saya tulis agar bagi siapa saja membacanya bisa mengambil hikmahnya.
Interview pertama…
Awal melihat akhwat ini, saya tidak menyangka akhwat tersebut benar-benar mendaftar jadi pemandu. Jika biasanya seorang pemandu itu memakai rok, jilbabnya menutupi dada, pokoknya akhwat banget deh….sedangkan akhwat tersebut memakai celana jeans tetapi jilbabnya menutupi dada.
Setelah tes tertulis, saya diminta mewawancari akhwat tersebut.
Diawali perkenalan, kemudian tilawah QS Luqman 12-14. Akhwat tersebut membaca al qur’an dengan lancar. Kemudian saya menanyakan hukum-hukum bacaan yang terdapat pada ayat tersebut. Subhanallah, Excellent, dia bisa menjawab semuanya. Bacaan + pengetahuan hukum bacaan akhwat tersebut lebih bagus daripada akhwat lain yang saya wawancara.
Teringat beberapa tahun yang lalu ketika saya dites “mentoring” di fakultas, ada beberapa hukum bacaan al qur’an yang saya tidak bisa menjawabnya. Lalu pemandu saya bilang yang intinya gini,”memang ya, kadang akhwat dengan busana muslimah “gaul” pengetahuannya lebih baik daripada akhwat yang sudah berbusana layaknya “akhwat”, sayangnya mereka tahu ilmunya tapi kadang sulit mengamalkannya.”
Tertohok dan merenung, memang begitu kenyataannya. Entah kenapa hal tersebut mendorong saya untuk semangat mencari ilmu.
Lanjut kisah dengan akhwat yang saya interview. Seperti ngobrol tapi isinya tanya-tanya ^_^...
Untuk interview pertama, saya hanya akan menuliskan pertanyaan dan jawaban pertama yang berkesan bagi saya.
Pertanyaan pertama;”kenapa sih kamu mau jadi pemandu? Dateng kesini jauh-jauh dari rumah, ikut tes tertulis dan wawancara?”
Jawabannya: “saya mau berbagi ilmu sama adik-adik, pengen deket sama mereka mbk, meskipun ilmu saya masih sedikit sekaligus saya juga ingin belajar. Kan ada hadits juga, “Balighul ‘Anni walau aayah (sampaikanlah dariku walah hanya 1 ayat)”
Penggalan jawaban tersebut membuat saya takjub…. Subhanallah
Semoga Allah memberi barakah kepadanya
Mungkin bagi yang sudah tahu biasa-biasa saja dengan jawaban ini, tapi bagi saya jawaban ini luar biasa bagi orang yang dikatakan “akhwat” terhadap orang yang mungkin belum dikatakan “akhwat”. Maksud saya, yang belum dikatakan akhwat tersebut adalah seorang muslimah yang belum berjilbab atau belum berjilbab secara syar’i.
Ketika saya dulu bertanya kepada beberapa “akhwat” yang menurut saya mereka punya kapasitas untuk menyampaikan ilmu yang dia punya, mereka masih enggan menjadi pemandu karena system dalam menyampaikan ilmu tersebut, merasa belum ahli dan kurang pantas, merasa belum PD atau tidak punya bakat menyampaikan.
Sebenarnya dalam menyampaikan ilmu itu sekaligus belajar lagi atau bahkan kita akan dapat ilmu baru. Jadi ingat kajian ustadz Abu Yasir, beliau menyampaikan. Ada dua jalan dalam menuntut ilmu. Yang pertama adalah Shuluuquththariqi al haqiqi dan Shuluuquththariqi al ma’nawii. Apakah itu? Shuluuquththariqi al haqiqi (jalan yang ditempuh secara hakiki) yaitu dalam menuntut ilmu seseorang langsung mendatangi majelis ilmu sedangkan Shuluuquththariqi al ma’nawii (jalan yang ditempuh secara maknawi) yaitu setelah seseorang mencatat kemudian mengulang kembali ilmu yang ia dapat di majelis ilmu, dia menyampaikan kepada orang lain, entah itu di bus, di kelas dsb.
Tidak akan begeser telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanyai empat perkara-salah satunya-tentang apa yang ia amalkan dari ilmunya. HR Tirmidzi
Dari Anas Ahmad: Wajib bagi para penuntut lmu untuk bersemangat menyebarkan ilmu di antara manusia, mengingatkan manusia tentang urusan agama mereka agar tidak lalai dari agama dan tidak bermaksiat.
Semoga Allah menjadikan kita seseorang yang tetap istiqomah dan sabar dalam menuntut ilmu.
Semoga Allah menjadikan kita seorang penuntut ilmu yang bisa mengamalkan ilmunya dan menyebarkan ilmu yang dimiliki. Aamiin…
Interview kedua
Awalnya seperti interview pertama…
Pertanyaan dan jawaban yang membuat saya berkesan adalah pertanyaan keempat.
Pertanyaan keempat: apa sih kelebihan dan kekuranganmu?
Kemudian dia menjawab dengan agak bingung.
Saya berkata:”memang kadang seseorang itu sulit menilai dirinya sendiri ya…”
Dia pun mengakuinya.
Saya berkata lagi: ya udah, kalo gitu kata temen-temen anti dia menilai anti kayak gimana???
Dia pun menjawab dan jawabannya mengalir begitu saja sampai dia menyatakan kekurangannya yaitu moody. Melakukan sesuatu tergantung mood. Tidak dipungkiri, kayaknya sebagian besar akhwat seperti itu ( Moody ).
Entah kenapa tiba-tiba saya bertanya gini, “yang membuat moodnya baik apa dek?”
Dia terdiam sejenak dan berkata:”Orang tua mbk…”
Saya masih mencerna jawabannya, “orang tua???”
Tiba-tiba raut mukanya berubah, akhirnya saya bisa mencerna jawabannya dengan melihat matanya yang berkaca-kaca. Masyaallah…
Dia menahan tangis dan agak susah bekata-kata.
Saya menanggapi jawaban tersebut: “ wabil walidaini ihsanaa. Berbaktilah kepada orang tua…iya dek, kalo misalnya minta didoain orang tua agar lancar dalam melakukan aktivitas kita, orang tua bilang gini : nggak kamu minta didoain, bapak ibu udah ngedoain kamu semoga apa yang kamu inginkan tercapai, aktivitasmu lancar…”T_T
Emang ya, kasih orangtua sepanjang jalan. Kasih anak sepanjang galah.
Kita sebagai wanita selama masih diberi kesempatan hidup hendaknya berusaha berbakti kepada orang tua, berusaha membahagiakan mereka. Mungkin jika sudah waktunya umur sekian tahun nanti, jika sudah punya suami, bakti pertama kita terhadap suami kita. Kalau laki-laki tetep yang harus didahulukan ibu, orang tua mereka meskipun sudah punya istri. (Dalam hati: hadeuh keceplosan, yang saya wawancara anak 2011, kok malah nyangkut kayak ginian???)
Tidak disangka, statement saya membuat dia bertanya dan penasaran. (Jadi bingung sendiri…)
“Gitu ya mbk? Saya baru tahu kalo sudah nikah bakti pertama sama suami, bukan sama orang tua lagi?”
“ya gitu dek…”
“Tanya mbk, kalo misalnya suami dan ibu berbeda pendapat, kita ngikutin yang mana?”
“tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan terhadap makhluk, kalo suaminya menyuruh yang baik dan keputusannya itu baik, ya ikuti suami dek…”
“kalo pendapat tersebut sama-sama baik gimana mbk???”
Bingung.com …”ada hadits yang isinya gini, wanita yang mengerjakan sholat lima waktu, berpuasa pada bulan ramadhan, menjaga kemaluan, mentaati suaminya, Allah berkata kepadanya “masuklah surga dari pintu mana saja yang engkau suka.” Sebaiknya mentaati suaminya kalo itu dalam kebaikan. Nanti bisa dijelaskan ke ibunya dengan baik. Gitu….”
Jadi membuat harus banyak belajar lagi, harus bisa menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi.
Singkat cerita, interview selesai setelah ada adegan mengharukan karena inget orang tua.
Setelah interview kedua selesai, si dia masih duduk ditempatnya. Lalu pindah ke kursi lain dan akhirnya mendekati saya.
“Mbk aku mau tanya-tanya boleh?”
“boleh, apa?”
“mbk tadi kan nyuruh baca surat Luqman, emang kenapa mbk? Luqman itu siapa sih mbk?”
“ setau mbk, Luqman itu seorang budak hitam yang mengajarkan kepada anaknya untuk tidak menyekutukan Allah,berbuat baik kepada orang tuanya. Namanya diabadikan Allah dalam al qur’an karena ilmunya.”
“Luqman hidup di zaman siapa mbk? Kenapa nggak Abu bakar as sidiq yang diabadikan namanya dalam Al qur’an? Kan dia juga berdakwah gitu…”
“??? Wallahu a’lam, itu kehendak Allah dek. Mbk belum tau Luqman hidup pada zaman siapa. Apa shahabat ya? Coba nanti cari kisahnya dulu…”
Saya dan dia ngobrol beberapa hal, yang entah kenapa bisa mengalir begitu saja.
Poin penting dari semua interview adalah semangat menuntut ilmu, semangat memperbaiki diri, semangat berdakwah. Pokoknya semangat yang baik-baik deh…
18 Juni 2012
Green room, baitii jannati
Ja’far bin Muhammad: hati itu bagaikan tanah, ilmu itu bagaikan tanamannya dan mengulang-ulang bagaikan air siramannya, maka apabila tanah tidak mendapatkan air siramannya tentu tanamannya akan layu
Sesungguhnya ilmu itu hilang karena lupa dan karena tidak diulang-ulang

Minggu, 14 Mei 2017

Jika tidak percaya perkataan ulama, apakah kamu merasa paling pintar?

Ada sebuah syair
ما لي إذا ألزمته حجة
قابلني بالضحك والقهقهة
إن كان ضحك المرء من فقهه
فالدب في الصحراء ما أفقهه

Mengapa jika aku ajukan kepadanya hujjah yang nyata
Ia hanya bisa tertawa dan terbahak-bahak
Sekiranya tertawa adalah bukti kefaqihan seseorang
Maka betapa faqihnya beruang di padang pasir

Syair Ad Dabuusi ini adalah sebuah sindiran bagi orang yang mengklaim dirinya paling berilmu dan paling mengerti tentang Al Qur'an. Salah satu bentuk klaim "paling pintar" ini adalah sikap menyudutkan ulama dalam majlisnya, berusaha menguasai pembicaraan dalam setiap majelis, berbicara dan bersikap tidak sopan terhadap ulama, dan takabbur terhadap ilmu yang dimilikinya terhadap ahli ilmu yang lebih tua darinya. Tapi bila ia dihadapkan pada suatu hujjah, ia (orang yang mengkalim paling pintar ini) hanya bisa tertawa dan terkekeh-kekeh.

Semoga Allah menjauhkan kita semua dari sikap yang sangat tidak terpuji ini.

Boleh baca di : Ensiklopedi Larangan Menurut Al Qur'an dan As Sunnah jilid 1, Bab Ilmu, halaman 203 karya Syaikh Salim bin 'Ied Al Hilaly.

Sekarang banyak orang yg kadang tidak percaya kata ulama dan lebih yakin dengan akalnya serta kebiasaan masyarakat disekitarnya.  Padahal,  belum tentu akalnya itu selalu benar serta kebiasaan masyarakat itu selalu tepat.
Hendaknya kita senantiasa memohon kepada Allah agar diberi jalan yang benar. Diberi kekuatan untuk melawan nafsu dan mengedepankan akal sendiri.  Semoga senantiasa diberi taufiq untuk memahami hujjah dari al qur'an dan sunnah. 
Aamiin