Sabtu, 15 Juni 2013

Hukum Seputar Puasa di Bulan Ramadhan


Alhamdulillah, Allahumma sholli wa sallim ‘ala nabiyyina muhammad
Tak terasa bulan Ramadhan akan segera tiba... Jika sebelum ujian kita sibuk belajar agar mendapatkan nilai maksimal, sebelum puasa harus persiapan agar ibadah kita maksimal dan bisa diterima Allah. Sebelum beramal  harus berilmu dahulu kan?
Berikut ada ringkasan tentang Hukum Seputar Puasa di Bulan Ramadhan...

Hukum Puasa di bulan Ramadhan adalah wajib. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. QS Al Baqarah 183
Jika seseorang meninggalkan dengan sengaja maka perbuatan itu merupakan dosa besar.
Puasa diwajibkan bagi beberapa golongan:
1.     Seorang muslim
2.     Orang berakal
3.     Orang dalam kondisi sehat atau sakitnya ringan
4.     Orang yang mukim/tidak safar
Bagi wanita haid, tidak boleh berpuasa dan wajib mengqadhanya. Bagi wanita yang nifas, hukumnya seperti wanita haid yaitu wajib mengqadhanya.
Diriwayatkan dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, beliau pernah ditanya: "Kenapa wanita haid mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' shalat?" Lalu beliau menjawab, "Kami mengalami hal itu (haid) pada masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, lalu kami diperintahkan mengqadha' puasa dan tidak diperintahkan mengqadha' shalat." (HR. Muslim dan lainnya). Diriwayatkan pula dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Bukankah jika haid mereka tidak shalat dan tidak berpuasa? Itulah kekurangan agama mereka." (HR. Bukhari dan lainnya)
Bagi wanita yang hamil dan menyusui, menurut pendapat Ibnu Abbas  dan Ibnu ‘Umar cukup dengan membayar fidyah.

Syarat-syarat Puasa:
1.      Suci. wanita yang berpuasa harus suci dari haid dan nifas.
2.      Harus berniat. Wajib berniat tiap hari puasa Ramadhan sebelum terbitnya fajar. Menurut Imam Nawawi dan kesepakatan para ulama niat itu ada di dalam hati, tidak perlu diucapkan.

Rukun Puasa:
Rukun puasa hanya satu yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.

Sunnah-sunnah Puasa
1.      Sedekah.  Ibnu Abbas,“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Apabila Jibril ‘alaihi salam datang menemuinya, beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.
2.      Memberi makan kepada orang yang berbuka puasa. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.
3.      Menyegerakan berbuka
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
4.      Berbuka dengan kurma jika mudah diperoleh atau dengan air. Jika tidak mendapati kurma bisa diganti dengan makanan yang manis-manis. Diantara ulama ada yang menjelaskan bahwa dengan makan yang manis-manis (semacam kurma) akan memulihkan kekuatan, sedangkan minum air akan menyucikan.
5.      Banyak berdoa ketika berbuka puasa.  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.
6.      Mengakhirkan makan sahur.
Disunnahkan untuk mengakhirkan waktu sahur hingga menjelang fajar. Hal ini dapat dilihat dalam hadits berikut. Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, ia berkata,“Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian kami  punberdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas bertanya pada Zaid, ”Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?” Zaid menjawab, ”Sekitar membaca 50 ayat”. Dalam riwayat Bukhari dikatakan, “Sekitar membaca 50 atau 60 ayat.”
Ibnu Hajar mengatakan, “Maksud sekitar membaca 50 ayat artinya waktu makan sahur tersebut tidak terlalu lama dan tidak pula terlalu cepat.” Al Qurthubi mengatakan, “Hadits ini adalah dalil bahwa batas makan sahur adalah sebelum terbit fajar.”
Waktu Fajar ada 2:
1.      Fajar kadzib yaitu pancaran sinar putih yang menjulang (vertikal) muncul sebelum fajar shodiq.
2.      Fajar shodiq yaitu munculnya cahaya warna merah di ufuk timur membentang horisontal dan setelahnya akan terang. Waktu ini waktu diharamkannya makan dan dihalalkan sholat subuh.
Berakhirnya waktu sahur tidak ditentukan karena waktu imsakiyah yang telah beredar, tetapi karena telah muncul fajar shodiq.
Yang membatalkan puasa:
1.    Makan dan minum
2.    Muntah dengan sengaja
3.    Haid dan Nifas
4.    Berjima’ di siang hari
Yang dibolehkan ketika berpuasa:
1.      Masuk waktu subuh dalam keadaan junub
2.      Bersiwak
3.      Berkumur-kumur dan menghirup air
4.      Bercumbu dan mencium istri, asal bisa menahan syahwat
5.      Bekam, donor darah
6.      Mencicipi makanan selama tidak masuk ke kerongkongan
7.      Bercelak dan memakai tetes mata
8.      Mandi dan mengguyur kepala dengan air
Ada perbuatan-perbuatan yang harus dijauhi agar puasa tidak sia-sia. Karena betapa banyak orang yang puasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan haus. Yang harus dijauhi antara lain:
1.      Berkata dusta. Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta maka Allah tidak butuh lagi tentang lapar dan haus yang ia tahan.
2.      Berkata sia-sia dan rafats (kata-kata porno).
3.      Menambah perbuatan maksiat. Jabir bin Abdillah berkata “Seandainya engkau berpuasa, hendaklah pendengaran dan penglihatanmu juga puasa dari hal yang haram, jauhi perkataan dusta dan jangan mengganggu tetanggamu....”.

Faidah rekaman kajian Hukum Seputar Puasa Ramadhan oleh Ustadz Abduh Tuasikal
Tambak Bayan, Sleman, 15 Juni 2013
Ummu Hanif



Selasa, 09 April 2013

Hukum Mencium tangan dan membungkukkan badan


Di masyarakat, sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua atau yang lebih terhormat jika seseorang bertemu mereka terkadang mencium tangan atau ketika melewati mereka membungkukkan badan. Sebenarnya, bagaimanakah hukumnya???
Tanya: “Ustadz benarkah bahwa mencium tangan orang dan membungkukkan badan maka hal tersebut bukanlah syariat Islam melainkan ajaran kaum feodalis? Jika demikian, mohon dijelaskan. Jazakumullah”.
Jawab:
Ada beberapa hal yang ditanyakan:
Pertama, masalah cium tangan
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani mengatakan,
“Tentang cium tangan dalam hal ini terdapat banyak hadits dan riwayat dari salaf yang secara keseluruhan menunjukkan bahwa hadits tersebut shahih dari Nabi. Oleh karena itu, kami berpandangan bolehnya mencium tangan seorang ulama (baca:ustadz atau kyai) jika memenuhi beberapa syarat berikut ini.
1. Cium tangan tersebut tidaklah dijadikan sebagai kebiasaan. Sehingga pak kyai terbiasa menjulurkan tangannya kepada murid-muridnya. Begitu pula murid terbiasa ngalap berkah dengan mencium tangan gurunya. Hal ini dikarenakan Nabi sendiri jarang-jarang tangan beliau dicium oleh para shahabat. Jika demikian maka tidak boleh menjadikannya sebagai kebiasaan yang dilakukan terus menerus sebagaimana kita ketahui dalam pembahasan kaedah-kaedah fiqh.
2. Cium tangan tersebut tidaklah menyebabkan ulama tersebut merasa sombong dan lebih baik dari pada yang lain serta menganggap dirinyalah yang paling hebat sebagai realita yang ada pada sebagai kyai.
3. Cium tangan tersebut tidak menyebabkan hilangnya sunnah Nabi yang sudah diketahui semisal jabat tangan. Jabat tangan adalah suatu amal yang dianjurkan berdasarkan perbuatan dan sabda Nabi. Jabat tangan adalah sebab rontoknya dosa-dosa orang yang melakukannya sebagaimana terdapat dalam beberapa hadits. Oleh karena itu, tidaklah diperbolehkan menghilangkan sunnah jabat tangan karena mengejar suatu amalan yang status maksimalnya adalah amalan yang dibolehkan (Silsilah Shahihah 1/159, Maktabah Syamilah).
Akan tetapi perlu kita tambahkan syarat keempat yaitu ulama yang dicium tangannya tersebut adalah ulama ahli sunnah bukan ulama pembela amalan-amalan bid’ah.
Kedua, membungkukkan badan sebagai penghormatan
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَنْحَنِى بَعْضُنَا لِبَعْضٍ قَالَ « لاَ ». قُلْنَا أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا قَالَ لاَ وَلَكِنْ تَصَافَحُوا
Dari Anas bin Malik, Kami bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada orang yang dia temui?”. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh”. Kami bertanya lagi, “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”. Nabi bersabda, “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan” (HR Ibnu Majah no 3702 dan dinilai hasan oleh al Albani).
Dari uraian di atas semoga bisa dipahami dan dibedakan antara amalan yang dibolehkan oleh syariat Islam dan yang tidak diperbolehkan.

Senin, 08 April 2013

Istiqomah itu sulit, tapi HARUS.....

Dalam menjalankan syari’at, sebagai seorang hamba kita diperintahkan untuk istiqamah. Istiqamah adalah menempuh jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus tanpa membengkok ke kanan maupun ke kiri. Dan hal ini mencakup ketaatan secara kesuluruhan, baik lahir maupun batin serta meninggalkan segala bentuk larangan.
Allah Ta’ala  berfirman:
فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ
…” Maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepadaNya,,” (QS Fushshilat: 6)
Allah Ta’ala juga berfirman:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang lurus (benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu.” (QS Hud:112)
Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi memerintahkan Rasul-Nya agar tetap teguh dan senantiasa beristiqamah, sebagaimana yang telah diperintahkan dan dijelaskan oleh Allah.
Dari Abu ‘Amr – ada yang mengatakan Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdillah, dia berkata:
قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ. قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
Aku berkata: “Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku satu perkataan dalam islam, yang aku tidak akan bertanya lagi kepada seorangpun selain anda.” Beliau bersabda : “Katakanlah: Aku beriman kepada Allah kemudian Istiqamahlah. (HR. Muslim)

Pelajaran dari hadits ini antara lain:

  • Semangat dan antusias para sahabat terhadap ilmu. Hal ini ditunjukkan dengan adanya berbagai pertanyaan kepada Rasulullah.
  • Seseorang hendaknya menanyakan pertanyaan yang mencakup dan mencukupi sehingga dia tidak tersamarkan dari banyak ilmu yang akhirnya akan bercampur.
  • Orang yang melalaikan kewajiban berarti tidak istiqamah. Bahkan telah terjadi penyimpangan darinya.
  • Sebaiknya bagi seorang hamba untuk senantiasa mengawasi diri dan jiwanya. Dia seharusnya memeriksa diri apakah dia istiqamah atau tidak. Jika dia mendapati dirinya istiqamah maka hendaknya dia memuji Allah kemudian memohon ketetapan dan kekokohan kepadaNya. Namun, jika dia belum istiqomah maka wajib baginya untuk menempuh jalan istiqomah.

Kiat-kiat agar seorang hamba bisa istiqamah

  • Memperkuat imannya.
  • Membekali dengan ilmu yang bermanfaat yaitu Al Qur’an dan As Sunnah.
  • Mempelajari tentang kisah para Rasul dan ulama karena mereka diuji dengan ujian berat tetapi  tetap bisa istiqamah.
  • Kesabaran dan keyakinan. Sabar menjalani konsekuensi kehidupan ini. Salah satu kegagalan yang dialami manusia adalah karena ketidak sabarannya.
  • Mengisi kehidupan dengan amal yang salih.
  • Senantiasa berdoa kepada Allah agar diberi ketetapan hatinya.
Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbi ‘alaa diinik
Wallahu a’lam
***
Artikel Muslimah.Or.Id
Penulis: Khusnul Rofiana Ummu Hanif
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
Referensi:
  • Syarah Riyadhuss Shalihin karya Syaikh Salim bin “ied Al-Hilali
  • Syarah al Arba’in An Nawawi karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
  • Video ceramah yufid.tv “Kiat Istiqamah di Zaman Fitnah”


Sumber: https://muslimah.or.id/4262-menjadi-muslimah-yang-istiqamah.html

Kamis, 26 Januari 2012

Bagi saudariku yang mungkin dilanda "kegalauan" ^_^





Cintailah dia dengan diam...

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,

cukup cintai ia dalam diam...

karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya...

kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang

kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya...

karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu... menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu...

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya...

karena mungkin saja orang yang kau cintai, adalah juga orang yang telah Allah Subhanahu Wata'ala benar-benar pilihkan untukmu...

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali Radhiyallahu 'anhum ? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan...

tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah...

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan...

kekuatan harapan,kekuatan impian,,hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan dan impian itu menjadi nyata...

dan cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata...

bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap dan berdo'a pada-Nya ?

Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam... Iyaa... biarkan... karena Allah Ta'alaa masih punya rencana dan 'hadiah' lain untukmu...

jika dia memang bukan milikmu, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah, dan orang yang tepat oleh Allah Subhanahu Wata'ala biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri... dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu...

Allah Subhanahu Wata'ala Tata hatimu...

Sudahkah aku pantas untuk dia ? Benar-benar pantas...???

Biarkanlah jiwamu terbang bebas menjalani semua niatmu, yang terpenting, kita perlu berbaik sangka selalu pada Allah Ta'alaa...

Pasangan kita, adalah cerminan sosok yang hampir mirip dengan kita...

Cintamu pada orang yang kau cintai dan sayangi, titipkanlah...

Titipkanlah pada Allah Ta'alaa...

Sebab hanya Allah Ta'alaa yang Maha Menjaga...

dikala kau dan dia saling berjauhan...

dikala kau dan dia saling memendam rindu, ingin bertemu...

Allah menjaga dengan menenangkan hatimu melalui dzikir dan tadabbur...

Cintamu pada orang yang sungguh-sungguh kau sayangi, adalah milik-Nya...



Yakinlah Allah akan memberi yang terbaik bagi kita jika kita melakukan hal yang Ia ridhoi. Suatu hal yang barakah, diikhtiarkan dengan cara yang barakah pula. Semoga Allah senantiasa menjaga hati ini. Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk bagi kita…aamiin

Anugrah yang kadang terlalaikan

Ketika berada di suatu ruangan dengan rak-rak buku yang terpajang rapi sambil menunggu syuting alias syuro penting khusus akhowat, mata saya tertuju pada sebuah Majalah dengan judul sampul yang unik. Saya buka lembar demi lembar dan tertarik dengan sebuah Kisah nyata yang tetulis di situ. kalau tidak salah judul Kisahnya "Anugrah yang terindah". imajinasi saya muncul. ini kayaknya kalo g tentang suami/istri, mendapat hidayah.

baru beberapa kalimat saya baca, ternyata dugaan saya salah.

saya ceritakan dengan versi bahasa saya (dengan ringkasan)

ada seorang anak laki-laki ketika masih kecil dia ditinggalkan oleh Bapaknya. ia hidup dengan Ibunya dengan sangat sederhana. Si anak kadang diejek teman-temannya karena tidak ada Bapaknya. Sang Ibu dengan gigih berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidup dan membiayai sekolahnya. Si anak merasa benci kepada Bapaknya karena telah membuat dia diejek teman-teman dan membuat ibunya susah. sempat ada niatan, jika besar nanti dia akan membunuh bapaknya. niatan itu dia simpan, tetapi sang ibu tau. Sang ibu dengan bijak menasihatinya sehingga hati sang anakpun luluh. Niatan itu dia hapus.

Sang ibu tetap berjuang untuk menghidupi sang anak, sampai ke perguruan tinggi. Pekerjaan apapun dia lakukan untuk anaknya. meskipun memanggul kotoran sapi. Subhanallah...

Sang anak merasa, sebagai anak dia menyusahkan ibunya saja. Dia meminta maaf, tetapi ibunya berbalik meminta maaf karena ibu tidak bisa memberikan seperti apa yang diinginkan sang anak. Tidak bisa memberikan apa yang diinginkan seperti teman-temannya yang orang tuanya mampu.

Ketika si anak menikah dalam usia muda, sang Ibu merelakannya. Si anak setelah menikah bekerja di luar kota, meskipun sebenarnya dia ingin menjaga ibunya. Si anak begitu menghormati dan menyayangi ibunya. jika istrinya mencela ibunya dia akan menceraikan istrinya. ibu adalah anugrah terindah untuknya....

setelah baca kisah ini yang sebenarnya cukup panjang, saya begitu terharu...



ada sebuah syair

ibumu mempunyai hak-hak yang agung

Besarnya pengorbananmu belum apa-apa

dibandingkan besarnya pengorbanan seorang ibu

Dia kenyang dengan kepanasan, rintihan

dan hal-hal yang tidak mengenakkan

Pada saat melahirkan

dia tidak peduli dengan bahaya

Barangsiapa yagng menyusahkan hatinya

niscaya akan mendapat kesialan

Berapa kali dengan tangannya

dia membersihkan kotoran dari badanmu?

Tempat tidurnya jelas dekat dengan tempat tidurmu?

Dia mendidik dan memeliharamu

meskipun dengan resiko jiwanya

dari puting susunya keluar air susu

yangmenjadi minuman bagimu

Berapa kali dia rela lapar dan kekuatan batinnya

memberikan perhatian kepadamu

dia penuh kasih sayang kepadamu

di waktu kau kecil

namun, kamu sia-siakan di masa dia lanjut usia

Kamu merasa sangat lama mengurusinya

padahal sangatlah pendek

Wahai orang yang mempunyai akal

namun memperturutkan hawa nafsunya

Wahai orang yang buta hatinya

meskipun matanya mampu melihat

Mohonlah kepadanya agar dia berdoa untukmu

karena doanya sangat kamu perlukan




Begitu besar pengorbanan seorang Ibu. terkadang kita lupa, orang tua adalah anugrah yang terindah yang kita miliki. terkadang kita lupa, ketika kita sibuk dengan aktivitas rutin kita, ada yang senantiasa memikirkan, mendoakan, mencukupi kebutuhan kita. Sebagai anak kita tinggal enak saja.

-Refleksi-

Apa yang sudah kita berikan untuk Bapak Ibu?

`wabil walaidaini ihsaana`

Minggu, 01 Mei 2011

DAKWAH LEWAT KOMIK

Dakwah lewat Komik
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”(QS An Nahl 125)
Dakwah bukan sekedar kewajiban,tapi merupakan kebutuhan. Jika itu merupakan kebutuhan berarti lebih dari sekedar kewajiban. Harus dilakukan agar hajatnya terpenuhi. Hajat untuk mencapai ridho Allah.
Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka pahala bagi dirinya sendiri ditambah pahala sebanyak orang lain yang mengikuti (HR Muslim)
Subhanallah…begitu nikamatnya orang yang menyeru kebaikan.
Dalam menyeru kebaikan perlu penyampaian dengan baik dan penuh hikmah. Makanya sebelum berdakwah kita perlu berilmu terlebih dahulu. Al ‘ilmu qablal qauli wal ‘amali. Ilmu itu sebelum perkataan dan perbuatan. Agar dakwah yang kita sampaikan benar, tidak sia-sia dan pastinya sesuai al qur’an dan as sunnah menurut pemahaman salafushshaleh jadi kita harus punya ilmu dahulu.
Dewasa ini dakwah bisa melalui media apapun, termasuk lewat komik. Teringat seorang saudara berkata “kita berdakwah juga perlu menyesuaikan objek dakwah kita” jadi mereka tidak terlalu asing dengan cara kita berdakwah dan bisa menerima. Memang dalam berdakwah perlu dengan hikmah. Menyentuh objek dakwah sehingga mengerti apa yang disampaikan yaitu syariat islam dan bisa mengaplikasikan dalam kehidupannya.
Melalui komik memang dalam gambar yang terdapat percakapannya itu mengandung pesan sehingga orang yang melihat dan membca bisa menambah sedikit pengetahuannya. Dengan gambar yang lucu, unik, dengan pesan yang terkandung kadang lebih menarik orang-orang “amah” untuk membcanya dari pada membaca kitab/buku yang hanya ada tulisannya saja.
Sebenarnya ahsan nggak sih dakwah lewat komik???yang namanya komik pastinya gambarnya ada makhluk hidupnya.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Melaknat Pembuat/ Pelukis Gambar Makhluk yang Bernyawa
‘Aun bin Abi Juhaifah mengabarkan dari ayahnya bahwa ayahnya berkata:

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الدَّم وَثَمَنِ الْكَلْبِ وَكَسْبِ الأَمَة. وَلَعَنَ الْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ, وَآكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَلَعَنَ الْمُصَوِّرَ
“Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari harga darah, harga anjing dan dari penghasilan budak perempuan (yang disuruh berzina). Beliau melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta ditato, demikian juga pemakan riba dan orang yang mengurusi riba. Sebagaimana beliau melaknat tukang gambar.” HR. Al-Bukhari
Seseorang pernah datang menemui Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma. Orang itu berkata: “Aku bekerja membuat gambar-gambar ini, aku mencari penghasilan dengannya.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma berkata: “Mendekatlah denganku.” Orang itupun mendekati Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma. Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma berkata: “Mendekat lagi.” Orang itu lebih mendekat hingga Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma dapat meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut, lalu berkata: “Aku akan beritakan kepadamu dengan hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Aku mendengar beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ
“Semua tukang gambar itu di neraka. Allah memberi jiwa/ ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia). Maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.”
"Sesungguhnya pemilik (pembuat) gambar-gambar ini akan disiksa hari kiamat, dan dikatakan kepada mereka, 'hidupkanlah apa yang telah kalian buat!"'(HR. Bukhari)
so, ahsankah jika dakwah kita melalui komik dengan gambar bernyawa dan yang digambar anggota tubuh yang lengkap? Inginnya berdakwah, menyeru kebaikan kepada orang lain, tapi caranya tidak benar.
Yang menandakan gambar itu bernyawa adalah kepalanya jika menggambar makhluk hidup dengan menggambar anggota yang ada dikepala tidak lengkap missal tanpa mata,hidung bibir dll, insyaallah tidak mengapa.
Umar bin Abdul Azis berkata”Barangsiapa beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkan lebih besar daripada perbaikan yang dilakukan.
‘ala kulli haal….sebelum berdakwah kita harus tau ilmunya dulu serta tau bagaimana cara berdakwah yang baik dan penuh hikmah.

Wallahu musta’an…

DAKWAH LEWAT KOMIK

Dakwah lewat Komik
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”(QS An Nahl 125)
Dakwah bukan sekedar kewajiban,tapi merupakan kebutuhan. Jika itu merupakan kebutuhan berarti lebih dari sekedar kewajiban. Harus dilakukan agar hajatnya terpenuhi. Hajat untuk mencapai ridho Allah.
Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka pahala bagi dirinya sendiri ditambah pahala sebanyak orang lain yang mengikuti (HR Muslim)
Subhanallah…begitu nikamatnya orang yang menyeru kebaikan.
Dalam menyeru kebaikan perlu penyampaian dengan baik dan penuh hikmah. Makanya sebelum berdakwah kita perlu berilmu terlebih dahulu. Al ‘ilmu qablal qauli wal ‘amali. Ilmu itu sebelum perkataan dan perbuatan. Agar dakwah yang kita sampaikan benar, tidak sia-sia dan pastinya sesuai al qur’an dan as sunnah menurut pemahaman salafushshaleh jadi kita harus punya ilmu dahulu.
Dewasa ini dakwah bisa melalui media apapun, termasuk lewat komik. Teringat seorang saudara berkata “kita berdakwah juga perlu menyesuaikan objek dakwah kita” jadi mereka tidak terlalu asing dengan cara kita berdakwah dan bisa menerima. Memang dalam berdakwah perlu dengan hikmah. Menyentuh objek dakwah sehingga mengerti apa yang disampaikan yaitu syariat islam dan bisa mengaplikasikan dalam kehidupannya.
Melalui komik memang dalam gambar yang terdapat percakapannya itu mengandung pesan sehingga orang yang melihat dan membca bisa menambah sedikit pengetahuannya. Dengan gambar yang lucu, unik, dengan pesan yang terkandung kadang lebih menarik orang-orang “amah” untuk membcanya dari pada membaca kitab/buku yang hanya ada tulisannya saja.
Sebenarnya ahsan nggak sih dakwah lewat komik???yang namanya komik pastinya gambarnya ada makhluk hidupnya.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Melaknat Pembuat/ Pelukis Gambar Makhluk yang Bernyawa
‘Aun bin Abi Juhaifah mengabarkan dari ayahnya bahwa ayahnya berkata:

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الدَّم وَثَمَنِ الْكَلْبِ وَكَسْبِ الأَمَة. وَلَعَنَ الْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ, وَآكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَلَعَنَ الْمُصَوِّرَ
“Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari harga darah, harga anjing dan dari penghasilan budak perempuan (yang disuruh berzina). Beliau melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta ditato, demikian juga pemakan riba dan orang yang mengurusi riba. Sebagaimana beliau melaknat tukang gambar.” HR. Al-Bukhari
Seseorang pernah datang menemui Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma. Orang itu berkata: “Aku bekerja membuat gambar-gambar ini, aku mencari penghasilan dengannya.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma berkata: “Mendekatlah denganku.” Orang itupun mendekati Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma. Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma berkata: “Mendekat lagi.” Orang itu lebih mendekat hingga Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma dapat meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut, lalu berkata: “Aku akan beritakan kepadamu dengan hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Aku mendengar beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ
“Semua tukang gambar itu di neraka. Allah memberi jiwa/ ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia). Maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.”
"Sesungguhnya pemilik (pembuat) gambar-gambar ini akan disiksa hari kiamat, dan dikatakan kepada mereka, 'hidupkanlah apa yang telah kalian buat!"'(HR. Bukhari)
so, ahsankah jika dakwah kita melalui komik dengan gambar bernyawa dan yang digambar anggota tubuh yang lengkap? Inginnya berdakwah, menyeru kebaikan kepada orang lain, tapi caranya tidak benar.
Yang menandakan gambar itu bernyawa adalah kepalanya jika menggambar makhluk hidup dengan menggambar anggota yang ada dikepala tidak lengkap missal tanpa mata,hidung bibir dll, insyaallah tidak mengapa.
Umar bin Abdul Azis berkata”Barangsiapa beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkan lebih besar daripada perbaikan yang dilakukan.
‘ala kulli haal….sebelum berdakwah kita harus tau ilmunya dulu serta tau bagaimana cara berdakwah yang baik dan penuh hikmah.

Wallahu musta’an…