Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2018

Bagaimana Jika Anak Demam?


Ketika menyentuh kulit anak yang tiba-tiba lebih hangat atau bahkan terasa panas ditambah si anak rewel, biasanya seorang ibu jadi khawatir, panik, dan berusaha menginginkan bagaimana caranya suhu tubuh anak segera turun.
Ketika mengetahui anak demam, yang perlu dilakukan adalah
1. Ruqyah mandiri untuk si anak.
2. Jaga asupan cairan, jangan sampai dehidrasi.
3. Kompres air hangat/dimandikan air hangat.
4. Beri parasetamol.
Jika tiga hari demamnya masih naik turun, jangan tambah panik untuk segera cek darah. Karena cek darah itu atas anjuran dokter. Tetap lakukan hal di atas terlebih dahulu kemudian periksakan ke dokter. Bisa jadi anak hanya mengalami FWS (Fever Without Source) atau jika ada gejala batuk pilek mungkin sedang mengalami common cold.
Ketika anak kedua saya demam tinggi sampai 39,4 derajat, qadarullah dia kejang dan kami bawa ke RS. Sehari di RS alhamdulillah diperbolehkan rawat jalan. 7 hari keluar dari RS, demamnya masih naik turun lalu kami bawa kontrol ke dokter anak. Si kecil dicek darahnya dan cek apakah terkena tifoid atau tidak. Semua hasil lab-nya normal. Kalau ditanya, anaknya sakit apa? Kami pun belum bisa menjawab.
Setelah cari-cari informasi, mungkin anak kami mengalami FWS. Kejang yang dia alami dulu bisa jadi karena panas yang terlalu tinggi dan ada bakat mengalami kejang juga dari keluarga kami.
Awal tahun ini, si kecil demam lagi. Kami berusaha tenang dan menjaga suhu badannya agar tidak terlalu tinggi. Alhamdulillah di hari ketujuh, sudah tidak demam lagi.

Ketika anak sedang sakit, bisa jadi itu ujian bagi orang tua atau teguran atas dosa yang orang tua si anak perbuat. Maka, perbanyak istighfar dan mintalah pertolongan dari Allah.


Sabtu, 25 Februari 2017

Curcol malam

Dalam menghadapi hidup, sabar&syukur memang berjalan beriringan.
Sejak melahirkan anak ke2 bulan oktober tahun lalu, penyesuain mengurus 2 batita memang kdg menguras emosi.  Ditambah pasca melahirkan, emosi ibu kdg tidak stabil. Teringat nasihat ibu, menghadapi anak harus sabar...
Ketika masih mengurus si adek misal ganti popok, menyusui,  terkadang si kakak cari perhatian ibunya dg meminta sesuatu,  kalau saya bisa melakukan sambil menyusui, maka saya akan membantunya.  Jika tidak, saya minta dia utk sabar menunggu mengurus adiknya selesai.  Masa itu jg sedang toilet training si kakak.  Kalau lg "kagol",dia sering ngompol.  Padahal sebelumnya bisa ngasih tanda/bilang. Kadang ngompolnya sambil berdiri, sehingga mainan, buku didekatnya kena ompol.padahal saya sedang menenangkan adiknya T. T. Betapa semua ilmu parenting itu tidak ada gunanya ketika tidak bisa menguasai emosi dan harus tetap sabar.  Harus selalu ingat anak itu ujian&kenikmatan.
Ketika sedang sholat, adik didekat kakaknya.  Saya bilang ke kakaknya, "umma sholat dulu, mbk jagain adik ya" . Yah namanya anak kecil, usilnya muncul.  Dia ngusilin adiknya, awal2 cm pegang2, lama2 dia malah mukul sambil ketawa sampai adik nangis, atau main "cilukba" pake bantal bayi&bantalnta ditaruh di wajah adiknya T. T, sehingga terpaksa saya membatalkan sholat krn kakak melakukan hal yg bahaya.
Saya kdng susah menahan emosi,  jika sdh sama2 tenang, kakak dikasih tahu bahwa hal tsb bahaya&tidak baik.
Pernah pula ketika kakak tantrum, nangis guling2,  lalu adik jg nangis kenceng. Saya praktekan ilmu menangani anak tantrum dg membiarkan sejenak, lalu memeluknya dr belakang.  Kakak pelan2 tenang, lalu adik nangis,  kakak ikutan nangis lagi.  Adik nangis semakin kenceng sampai teriak2, kakak masih nangis,  akhirnya saya biarkan semua dulu (bingung soalnya, hehe sambil saya menenangkan diri).  Lalu tiba2 kakak menunjuk adiknya yg sedang nangis lalu berdiri dari pangkuan saya, mengisyaratkan utk menolong adiknya dulu.  Setelah memangku adik, dia duduk di dekat saya&agak tenang. Alhamdulillah, kakak belajar mengalah tanpa diminta.
Meski kakak sudah 32bln, blm lancar ngomong,tp kdg saya "melting",ketika ocehan2nya adalah penggalan2 ayat alqur'an yg sering ia dengarkan di murottal meski ucapannya kurang jelas, atau huruf hijaiyah/sesuatu yg saya ajarkan. Barakallahu fiihaa
Jika kakak susah dikasih tahu ketika melakukan hal yg bahaya, misal manjat kursi/meja,maka sy biarkan saja dulu agar dia bisa berusaha/mengatasi masalahnya. Jika jatuh&nangis maka saya meresponnya, "sakit? Bismillah, bismillah, ya Allah semoga maryam g sakit".sambil saya usap bagian yg sakit.  maka kakak lbh cepat tenang
Alhamdulillah, bersyukur memiliki anak yg normal, aktif, mau belajar, dan kdg mudah diatur.  Karena mungkin banyak orangtua yg masih menanti kehadiran anak, atau anaknya berkebutuhan khusus.
Kunci mendidik anak adalah sabar, ingat pahala dari Allah.

Wahai Ibu... Bersabarlah

Wahai Ibu... Bersabarlah

Menjadi seorang ibu adalah dambaan bagi wanita yang telah menikah.  Ketika rahim wanita telah ada janin yang akan menjadi anaknya,  betapa bahagianya ia akan menyambutnya.  Dengan perjuangan luar biasa ketika akan melahirkan,  rasa sakit itu tiba-tiba sirna ketika melihat buah hati dalam pangkuan. Hari-hari berlalu,  banyak tingkah laku anak yg menggemaskan  dan terkadang membuat ibu jengkel atau emosi. Seorang ibu hendaknya berusaha sabar dalam menghadapi anak-anaknya. Lalu bagaimana cara sabar menghadapi anak-anak?
1. Ikhlas, niatkan mengurus anak karena ibadah kepada Allah.
Tanyakan pada diri,  "Ibu,  bukankah dulu engkau memohon kepada Allah untuk diberikan keturunan? Betapa banyak wanita di luar sana yang mendambakan kehadiran seorang anak. Lantas,  mengapa engkau tidak bersabar? "
Anak adalah nikmat dan ujian.  Rawat dan didik anak sebaik-baiknya karena mentaati perintah Allah.
2. Ingat pahala dengan mendidik dan mengurus anak dan akibat yg muncul jika mendidik dengan baik.
3. Anak adalah modal bagi orang tua. Dari Abu Hurairah  berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka akan terputuslah segala (pahala) amal kebaikannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim)
4. Bentuk taat kepada suami.
Suami mempercayakan istrinya untuk merawat dan mendidik anak-anaknya di rumah.  Maka hendaknya dilakukan dengan baik.  Jika seorang wanita sholat lima waktu,  berpuasa di bulan ramadhan,  taat terhadap suami,  serta memelihara kemaluannya maka ia boleh masuk surga lewat pintu mana saja yang ia kehendaki.
5. Akan diminta pertanggungjawaban di akhirat, karena ia bertanggung jawab terhadap anak-anaknya.
Wahai Ibu,  bersabarlah.  Waktu bersama anak-anakmu tidaklah lama.  Seiring berjalannya waktu,  ia tumbuh dan bisa mandiri sehingga akan sedikit waktu bersamamu.  Manfaatkan waktumu bersama mereka,  didiklah anak-anakmu dengan baik karena ketaatanmu terhadap Allah.

20 Januari 2017
Bersama putri kecil yang terlelap

Wahai Ibu... Bersabarlah

Wahai Ibu... Bersabarlah

Menjadi seorang ibu adalah dambaan bagi wanita yang telah menikah.  Ketika rahim wanita telah ada janin yang akan menjadi anaknya,  betapa bahagianya ia akan menyambutnya.  Dengan perjuangan luar biasa ketika akan melahirkan,  rasa sakit itu tiba-tiba sirna ketika melihat buah hati dalam pangkuan. Hari-hari berlalu,  banyak tingkah laku anak yg menggemaskan  dan terkadang membuat ibu jengkel atau emosi. Seorang ibu hendaknya berusaha sabar dalam menghadapi anak-anaknya. Lalu bagaimana cara sabar menghadapi anak-anak?
1. Ikhlas, niatkan mengurus anak karena ibadah kepada Allah.
Tanyakan pada diri,  "Ibu,  bukankah dulu engkau memohon kepada Allah untuk diberikan keturunan? Betapa banyak wanita di luar sana yang mendambakan kehadiran seorang anak. Lantas,  mengapa engkau tidak bersabar? "
Anak adalah nikmat dan ujian.  Rawat dan didik anak sebaik-baiknya karena mentaati perintah Allah.
2. Ingat pahala dengan mendidik dan mengurus anak dan akibat yg muncul jika mendidik dengan baik.
3. Anak adalah modal bagi orang tua. Dari Abu Hurairah  berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka akan terputuslah segala (pahala) amal kebaikannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim)
4. Bentuk taat kepada suami.
Suami mempercayakan istrinya untuk merawat dan mendidik anak-anaknya di rumah.  Maka hendaknya dilakukan dengan baik.  Jika seorang wanita sholat lima waktu,  berpuasa di bulan ramadhan,  taat terhadap suami,  serta memelihara kemaluannya maka ia boleh masuk surga lewat pintu mana saja yang ia kehendaki.
5. Akan diminta pertanggungjawaban di akhirat, karena ia bertanggung jawab terhadap anak-anaknya.
Wahai Ibu,  bersabarlah.  Waktu bersama anak-anakmu tidaklah lama.  Seiring berjalannya waktu,  ia tumbuh dan bisa mandiri sehingga akan sedikit waktu bersamamu.  Manfaatkan waktumu bersama mereka,  didiklah anak-anakmu dengan baik karena ketaatanmu terhadap Allah.

20 Januari 2017
Bersama putri kecil yang terlelap

Sabtu, 15 Juni 2013

Kisah Bakti Anak Kepada Ayahnya Yang Telah Meninggal

Suatu hari ada seorang anak yg diadili oleh hakim karena ayahnya. Dia diadili karena hutang ayahnya sebesar 630.000 dinar. Karena tidak bs melunasinya,sang anak rela dipenjara agar hutang ayahnya bisa terlunaskan dg cara dia dipenjara. Dia tidak mau ayahnya tergantung di akhirat nanti.
Sang hakim berkata "berapa yg bisa bayar untuk melunasi hutang ayahmu?"
Sang anak berkata:"saya sudah bekerja 1 tahun dan hanya bisa mengumpulkan 10.000 dinar. Penjaralah saya saja karena saya tidak bisa melunasi hutang ayah saya. Saya tidak mau ayah saya terkatung-katung di akhirat saya nanti.
Sang hakim:"kenapa kamu rela dipenjara?"
Sang anak: "karena saya ingin berbakti kepada ayah saya"
Sang hakim: "saya beri kamu waktu 3 bulan untuk bekerja dan melunasi hutang ayahmu"
Setelah tiga bulan...
Sang anak:" saya hanya bisa mengumpulkan 20.000 dinar. Kurang 600.000 dinar.. penjaralah saya agar saya bisa melunasi hutang ayah saya.
Sang hakim lalu mengeluarkan kertas dan menuliskan 600.000 dinar. Dia berkata :"ada seorang saudagar yg simpati dengan sikapmu terhadap ayahmu. Dia membantumu melunasi hutang ayahmu.
Saya ingin bertanya bagaimana bisa dalam waktu 3 bulan kamu bisa mengumpulkan 20.000 dinar? Padahal dulu kamu bekerja 1 tahun dan hanya bisa mengumpulkan 10.000 dinar.
Sang anak berkata : "saya bekerja dan banyak istighfar kepada Allah".

Pelajaran yg bisa kita ambil dari kisah ini:
1. Hendaknya kita berbakti kepada orang tua kita meskipun sudah meninggal.
2. Banyak istighfar, istighfar jg merupakan salah satu kunci rizki

diringkas dari radiorodja.com dengan sedikit perubahan bahasa

Tambak Bayan, 7 Juni 2013
Ummu Hanif ar rofiana